Usia bukan suatu hambatan untuk kembali ke bangku kuliah siapapun kita, manajer level atas, pengusaha, ibu dengan tiga anak, aktris/aktor, atlet/mantan atlet atau seorang pekerja biasa. Kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang luar biasa, di mana-mana bisa kita temui orang yang memutuskan untuk menjalaninya baik yang ingin meraih  tingkat sarjana hingga tingkat master dan doktoral. Masing-masing mempunyai motivasi sendiri dan mereka menjalaninya sesuai dengan cara masing-masing sehingga, bagi tiap-tiap working class student, menjalani kuliah sambil bekerja bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Pilihan yang mereka buat menunjukkan karakter kepribadian yang dipengaruhi banyak faktor.

Pilihan-pilihan yang diambil tidak akan menjadikan seseorang menjadi luar biasa, tetapi bagaimana menjalani pilihan tersebut bisa menjadi luar biasa. Karakter-karakter yang menjalani pilihan dengan luar biasa sering kita lihat diangkat dalam film, baik sebagai karakter utama atau bagian dari cerita. Salah satu karakter dalam sebuah film drama komedi Amerika, Larry Crowne, adalah sosok seorang berusia paruh baya yang memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah setelah baru saja kehilangan pekerjaannya.

Larry Crowne, diperankan oleh Tom Hanks, adalah seorang karyawan yang ramah dan baik hati yang di PHK dari pekerjaannya di satu perusahaan megastore disamping fakta dia adalah seorang karyawan dan team leader teladan. Dia bekerja di perusahaan tersebut setelah masa baktinya di Angkatan Laut berakhir, tetapi karena kebijakan perusahaan dia terpaksa diberhentikan karena dia tidak pernah kuliah sehingga tidak memiliki latar belakang pendidikan yang disyaratkan oleh perusahaan agar bisa dipertahankan. Karena masih memiliki hipotek yang masih harus dibayar dan tidak jelas apa yang akan dia kerjakan  untuk mengisi hari-hari luangnya maka Larry Crowne mendaftarkan diri ke sebuah kampus untuk kuliah agar hal seperti yang dia alami sekarang tidak terjadi lagi di masa depan.

 

Menjalani kuliah menjadi sesuatu yang baru bagi Larry Crowne dan di sana dia bertemu dengan orang-orang yang membuat kehidupannya lebih berwarna. Anda harus melihat sendiri film ini agar dapat melihat warna-warna tersebut. Meskipun sosok Larry Crowne adalah sebuah karakter fiksi tetapi karakter tersebut bisa saja merupakan campuran dari bagian kehidupan nyata yang dialami oleh banyak orang.

Dalam sebuah serial TV drama-komedi Amerika, Gilmore Girls, yang sempat ditayangkan di Indonesia, bagi penggemar serial TV ini pasti tidak akan lupa bagian cerita di mana karakter utama dari serial tersebut yaitu Lorelai Gilmore (diperankan oleh Lauren Graham), mengambil kuliah di Hartford Community College untuk gelar Associate of Arts di bidang bisnis di samping pekerjaannya sebagai pengelola sebuah penginapan bernama Independence Inn. Lorelai yang merupakan sosok seorang single parent dengan pengalaman hidup yang unik yang dimulai sejak melahirkan Rory Gilmore, putrinya, di usia dini. Berasal dari keluarga terhormat, Lorelai melarikan diri dari rumah beserta bayinya untuk mencari pekerjaan dan mulai bekerja di Independence Inn sebagai maid ketika diijinkan oleh pemilik penginapan tersebut untuk tinggal di sebuah gudang di penginapan itu.

Singkat cerita, Lorelai yang bekerja sangat efisien secara bertahap mendapat kepercayaan lebih hingga dipercaya menjadi manajer penginapan tersebut. Setelah beberapa tahun mengelola penginapan tersebut dan dengan modal pengalaman dan pendidikan bisnis yang dia miliki, Lorelai Gilmore bersama sahabatnya Sookie, rekan kerjanya di Independence Inn, merencanakan membuka penginapannya sendiri. Dia pun akhirnya membuka penginapan Dragonfly Inn dan semua itu dia lakukan sambil membesarkan, menjaga, mengurus Rory yang memasuki remaja dan akan masuk ke perguruan tinggi ketika Lorelai akan membuka penginapan tersebut.

Semua situasi yang dialami karakter dalam film-film di atas adalah sebuah cerita fiksi hasil imajinasi tetapi juga merupakan gambaran kehidupan sosial keseharian di masyarakat Amerika. Meskipun kehidupan Amerika berbeda dengan di Indonesia, ada bagian-bagian yang bisa juga ditemukan di Indonesia, sehingga penonton di Indonesia juga bisa mengambil sesuatu yang bermanfaat dari cerita tersebut.

Karakter-karakter fiksi yang sengaja diciptakan dan diangkat dalam film tersebut bisa dikatakan orang-orang biasa yang menjalani hidupnya dengan luar biasa bagi dirinya sendiri bahkan orang lain. Ketika cerita karakter fiksi tersebut menyentuh bagian dari kehidupan kita sebagai penonton karena membuat kita berpikir dan menjadikannya sebagai motivasi untuk melakukan hal yang sama dengan kehidupan fiksi dalam cerita di kehidupan nyata kita, karakter fiksi tersebut menjadi inspirasi sejati. Karakter-karakter fiksi tersebut juga sebenarnya adalah hasil dari inspirasi sejati yang didapat oleh penulis cerita.

Larry Crowne dan Lorelai Gilmore adalah working class students fiksi yang bisa kita jadikan inspirasi sejati. Keputusan kita menjalani kuliah sambil bekerja dengan motivasi atau inspirasi dari mana saja menunjukkan karakter sejati kita.